" Ye siapa bilang..." jawab kura-kura singkat.
" Oh jadi selama ini lo gak sadar kalau lo tuh le to the let alias lelet." jelas kelinci sok gaul.
" Enggak..."jawabnya singkat lagi.
" Oke, kalau gitu kita lomba lari, kita buktiin siapa yang lebih lelet larinya." tantang kelinci.
" Oke, siapa takut."
" Oke, kalau gitu kita lomba lari cepet-cepetan sampai rumah, gimana?" tanya kelinci.
" Boleh..."
Lalu si kelinci dan kura-kura bersiap di garis star ketika mereka akan mulai berlari. Pak Bangau yang berperan sebagai juri pun memulai memberi aba-aba dengan berhitung maju.
" Satu....." ucap Pak Bangau dan kaki kelinci mulai maju satu langkah sedangkan pendangan mata kura-kura tajam kedepan.
" Dua...." Kelinci tersenyum licik, merasa yakin bisa memenangkan perlombaan tersebut, sementara kura-kura tersenyum penuh makna.
" Tiga........" Suara Pak Bangau meninggi, kelinci pun melangkah tinggi dan kura-kura diam sejenak sesaat demikian ia memasukan kaki dan tangannya ke dalam tempurung besar yang selalu ia bawa kemana-mana.
" Yak, pemenangnya ialah kura-kura..." ucap Pak Bangau membuat langkah kelinci terhenti.
" Apa...? ini tak adil Pak Bangau, tadi kan saya bilang siapa yang lebih dulu sampai rumah masing-masing dia lah yang menang..." komentar kelinci tak terima.
Ekspresi wajah Pak Bangau datar lalu melirik kearah tempurung kura-kura yang diam tak bergerak.
Dan kemudian kelinci pun juga menampakkan ekspresi wajah yang sama.
0 komentar:
Posting Komentar