Learn about the lessons to be learned

Sabtu, 14 Juni 2014

Aku Bukan Ikan Asin

04.11 Posted by FDA 1 comment
Dua bulan yang lalu aku sempat mengenal dia. Dipertemukan disalah satu kegiatan organisasi sekolah. Dia tipe orang yang manis dan berpenampilan rapih menyegarkan mata bila dilihat, belum lagi ia baik hati selalu sigap membantu orang tak terkecuali aku. Mungkin atas alasan demikian aku sempat menaruh hati padanya, tapi belum sempat hatiku ditaruh ke dalam bejana hatinya, kabar buruk datang menghancurkan segala pandangan indah ku terhadapnya.
" Kamu emang gak tau, dia kan udah punya pacar..."
" Ha? Pacar?" tanyaku memperjelas pada Nyera ketua Pramuka sekolah.
" Iya, malah sudah hampir seminggu pacarannya..."tegasnya. 
Mau dikata apa, aku juga manusia yang sama dianughrahi hati oleh Penguasa jagat raya semesta, kecewa sudah pasti ada, melupakan rasa itu adalah keputusan yang tepat. Butuh waktu lama ternyata untuk bisa menghapus perasaan itu. Di sisi lainnya aku benar-benar merasa bersalah karena sudah menyukai orang yang sudah punya orang. Oh ternyata aku ini bodoh !

***
Belum sampai sebulan, aku kembali mendengar berita buruk tentang dia.
" Kamu emang gak tau, dia kan baru aja putus sama pacarnya..."
" Ha? Putus?" tanyaku mempertegas kalimat ku.
" Iya, katanya mereka putus karena pacarnya dia terlalu egois, ya jadinya mereka putus..."ucap Nyera lagi saat kami selesai membersihkan ruang Pramuka sekolah kami.
Tuhan, aku tidak tahu apakah aku harus bahagia mendengar kabar ini, seharusnya aku memang bahagia karena itu berarti ada peluang besar untuk ku, tapi entah kenapa aku turut berduka mendengar itu.

***
Seminggu kemudian, aku sudah melihat dia berjalan menggandeng orang lain.
" Kamu emang gak tau, dia kan udah punya pacar baru..." 
" Ha? Pacar Baru?" Aku tercengang mendengar ucapan Nyera barusan.
" Iya, namanya Lara, mereka pacaran dua hari setelah dia putus dari pacar yang lama."
Semudah itu kah? hilang satu dapat satu, hilang lama datang baru. Lama-kelamaan aku menjadi tahu bagaimana tabiat dia yang asli. Tak heran jika seminggu kemudian Nyera kembali mengatakan hal yang sama padaku.
" Kamu emang gak tau, dia kan udah putus sama Lara..."
" Iya, aku tahu..."jawab ku tanpa penegasan dan tanpa mimik wajah heran.
Perlahan-lahan aku tahu benar kalau Tuhan sedang membuka pandangan mata ku secara lebar-lebar, perlahan aku tahu kalau Tuhan sedang memberitahu aku "kalau dia bukanlah orang yang baik untukku, kalau dia bukanlah orang baik seperti yang aku kira" dan perlahan-lahan rasa yang ku punya untuknya memudar bahkan hilang.

***
Seminggu kemudian, dia datang menemui ku diruang Pramuka ketika aku sedang tugas piket. Aku tak tahu apa sebabnya mengapa.
" Kamu itu semangat aku yang baru, sejak pertama kali melihat kamu aku udah jatuh cinta sama kamu, awalnya aku mau nyatain perasaan ini ke kamu tapi aku sadar waktu itu aku masih punya pacar dan gak mungkin kalau aku nyatain perasaan ini ke kamu yang nantinya akan membuat perasaan pacar aku sakit..." ucap dia, dan aku bengong.
Ini maksudnya apa? Sekarang aku yang jadi sasaran dia.
" Kamu tau setiap kali aku mikirin kamu, kamu itu orang terbaik yang pernah aku kenal...." ucapnya lagi dan kini aku mengerti dengan apa yang ia maksud. Aku diam mendengarkan dengan seksama pidatao-pidato dia yang basi bernada cinta.
"Kamu itu orang yang sempurna, dan tepat buat aku. Gak tau kenapa kalau aku lagi ada deket kamu bawaannya nyaman dan damai aja, kamu tuh laksana surga penyejuk hati ...." bla...bla...bla
"Kalau kamu besedia, aku boleh gak jadi orang yang selalu ada buat kamu..."katanya lagi
"Maksudnya?..." tanya ku.
" Aku cinta kamu.... kalau kamu memperbolehkan maukah kalau kita berhubungan yang lebih dari sekedar teman..." katanya, dan aku tertawa dalam hati, tersenyum penuh kesinisan.
Mau dikata apa, aku hanyalah orang bisa yang juga dianugrahkan hati oleh Penguasa jagat raya, semesta. Tak ada alasan bagi ku untuk menerimanya. Semua sudah aku katahui tentangnya, mempertahankan hubungan dengan yang "lama" saja tak bisa, berani-berani nya dia mencari yang baru, aku yakin jika ia sudah mendapatkan yang "baru" dan setelah itu bosan pasti yang "baru" juga akan mengalami nasib yang sama dengan yang "lama" hehe... 

***
Aku patut bersyukur karena memiliki Tuhan seperti Mu, yang telah memberitahu ku bahwa dia memang bukan orang yang baik untuk ku. Thanks so so much more Yaa Rabb !

***
Jangan kau pikir semua perempuan sama. Aku memang punya hati tapi tak semudah yang kau bayangkan untuk meraihnya. Jangan kau pikir gampang, aku beda dari yang lain ! bahkan aku tak mau dijadikan ikan asin seperti yang lain. Ikan murahan yang biasanya menarik perhatian kucing-kucing liar. Tidak aku bukan seperti mereka :)

1 komentar:

  1. malam bisa menjadi duka tapi cinta tidak sulit tanpa kita mau mencoba, mungkin anda sudah dengar ini, tapi cerita yang di atas adalah cerita yang sangat tidak baik di berikan kata itu, karena perempuan tidak seharusnya di jadikan mainan begitu saja

    BalasHapus