Setelah ikut perlombaan disekolah.
Fadia 1 : " mampus lo fad, harusnya lo gak usah ikut maju wakilin kelas lo, kalao gak
taunya kaya gini akhirnya. Makan deh lo fad, akibat ulah lo, tanggung malunya "
Fadia 2 : " Ihhh, gue cuma mau coba lagi, bukan karena gue pernah dipuji didalam kelas
, tapi karena gue pernah melakukan itu di SMP, jadi gue tau gue bisa "
Sekar : (datang & menengahi) " Lha .. lha, kenapa nih? jangan pada berantem fad ! "
Arum : " coba biar gue denger ceritannya ? " (tampang sok bijak)
Fadia 1 : " Dia sok sokan ikutan lomba disekolah dan berani untuk maju mewakili kelas kami, tapi apa yg bagus"
Fadia 2 : " Apa yang bagus ? "
Fadia 1 : " Penampilan lo jelek, ga memuaskan fad, peserta lain lebih baik dari lo " (jaahat)
Fadia 2 : " So, lo marah karena apa? gue salah besar kah ? "
Fadia 1 : " Jelas salah, lo berani maju, udah gue bilang berapa kali, lo kan pernah jatoh dan gagal gara gara ini,
tapi lo malah nekat maju, ataukah lo pengen jadi PAHLAWAN KESIANGAN buat kelas kita? apa lo
merasa HEBAT, apa lo merasa bisa jadi PENYELAMAT kita hah ? "
Fadia 2 : " lo sungguh jahat fad, dengar ! terimakasih karena lo udah mengingatkan gue berkali kali tentang itu,
maksud gue tentang kesakitan gue waktu gue jatoh dan gagal, dan malunya gue karena itu. Tapi
percaya deh, didalam hati kecil gue, ada yang bilang iya. ada yang bilang kalau GUE PASTI BISA,
entah itu masalahnya gue gagal lagi atau enggak, soal itu gue udah lupa. Waktu gue ikut lomba itu
yg gue pikirkan pertama kali adalah bagaimana caranya gue supaya gue bisa berdiri tegak didepan
peserta lainnya, dan gue bisa berbicara didepan peserta lainnya dengan lugas dan tanpa melihat teks.
soal gue gagal ataupun enggaknya, gue udah lupa. Tapi kenyataannya, mungkin gue jatoh lagi
sekarang, lukanya gak lebar seperti kejadian jatoh tahun lalu, rasa sakit yang gue rasain sekarang
juga gak sehebat rasa sakit yang gue rasain tauh lalu. Tenang kok fad, gue udah punya betadin yang
udah gue siapin sebelum gue luka, gue udah wanti wanti sebelumnya, kalo gue luka nanti. "
Fadia 1 : " Tapi fad, gue tau sekarang lo pasti malu " (mata mulai berkacakaca)
Fadia 2 : " Okeh, bener gue malu. Gue sempet berpikir kalo gue bagaikan seekor keledai yang mau dibodohi
untuk kesekian kalinnya, tapi fad, ini kompetisi bukan hal yang perlu dibodoh bodohin ! gue malu
sama guru pembimbing gue, dia bilang dikelas kalau gue bagus tapi kenyataannya, dia bilang lagi
setelah kompetisi selesai kalau gue belom bagus. Okeh, bagus diantara temen dikelas, tapi
belum bagus dari anak2 kelas lain, kesalahan gue cuma di inotasi nadanya doang kok, terlalu
terburu-buru dan mungkin masih agak gugup. "
Fadia 1 : " lo malu? "
Fadia 2 : " Iya, malu. Tapi malu itu tekadang ilang ditelan waktu, walaupun gue malu seenggaknya gue bisa
puas karena gue bisa nunjukin ke semua orang yang menonton kompetisi itu kalau ternyata gue
bisa dan punya kemampuan juga "
Fadia 1 : " Masalah guru pembimbing lo fad,? "
Fadia 2 : (diam dan tampang bingung) " Hmmmmm ......... "
gue tau menerka, mungkin dia kecewa sama gue atau entah apa yg dia pikirkan tentang gue.
Yang jelas,gue mau berusaha didepan dia, meski kalah lagi. Tapi gue mau coba coba coba berusaha
maslah nanti ketemu dikelasnnya, ya seperti kegiatan belajar sehari hari aja. GUe bersikap biasa
sama dia, sok kenal, sok deket, sok cari perhatian hahahahahahaaaaaaa ......
Fadia 1 : " masa? "
Fadia 2 : " IYa. tingkat kepercayaan tentang situasi klo ketemu tuh guru dikelasnya itu belum 100 % sih "
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
yg jelas gue udah usaha,,,,,,,,,,,,,,,,,,, So dia mau berpikir apa tentang gue Whateperrr dahhh,,,,,,
Kalao kata Dzu : " TERSERAH LO, TERSERAH LO, IDUP IDUP LO, ATUR AJA IDUP LO DULU "
EMANG GUE PIKIRIN !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ( ahhaahaa, mengutip lirik lagu Maia Estianty )
0 komentar:
Posting Komentar